Selasa, 26 Februari 2013

Jenis Komponen Elektronik

Diposkan oleh electricly di 12.58
1
Elektronika mempunyai 2 komponen diantaranya yaitu :

1. Komponen Pasif

Komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa sumber
tegangan. Komponen pasif terdiri dari Hambatan atau tahanan, kapasitor atau
kondensator, induktor atau kumparan dan transformator.


2. Komponen Aktif


Komponen aktif merupakan komponen yang tidak dapat bekerja tanpa
adanya sumber tegangan. Komponen aktif terdiri dari dioda dan transistor.
Pada pembuatan rangkaian elektronika diperlukan peralatan (seperti Obeng, tang, bor
dan sebagainya) dan juga papan sirkuit yang digunakan untuk tempat menempelnya
komponen elektronika (seperti PCB, Wishboard, dan sebagainya).

Penjelasan dan Fungsi Komponen pada Power OCL 150 Watt


R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc. 

R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain.

R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan & kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K.

R3 (560), kebalikan dari R6

C2 (47uF), kapasitor resonansi, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc.

TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas.

D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.

R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas.

D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan.

R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2,1V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan.

TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA.

C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3

C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan. 

TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C. 

R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing-masing. Seringnya dua resistor ini hitam terbakar karena ketidaksesuaian antara getaran yang dikeluarkan amplifier dengan respon loudspeaker. Sebaiknya resistor ini diganti dengan daya 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rendah (maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.


Tambahan...

L, menahan sinyal di atas 20Khz & memutus osilasi ke jalur speaker. Jika sinyal treble terhambat dengan adanya L maka Ra menyalurkannya ke speaker dengan nilai yang mendekati impedansi speaker, biasanya 10 Ohm.

Rb & C, membantu kerja L & Ra. sinyal di atas 20KHz akan mengalir ke ground melalui Rb (10). Nilai C biasanya kurang dari 100nF. Sedangkan Rb biasanya mendekati nilai impedansi speaker 8 Ohm dengan daya minimal 2 Watt. Kalau Rb ini gosong berarti sinyal ultra treble/osilasi ada dan kerja . Jadi hati-hati dengan treble yang berlebihan!
 sani 


Rangkaian Power 150 watt "blong"

Di sini saya katakan blong karena banyak komponen-komponen yang diganti ukuranya dan tidak sama dengan ukuran aslinya. Sebenarnya suara yang di hasilkan power 150 watt yang asli buatan pabrik, sudah layak atau sudah bisa di bilang enak. Akan tetapi menurut saya bass yang dihasilkan power 150 masih kaku dan keras. Oleh karena itu saya ingin merubah power 150 yang kurang enak didengar menjadi mantab di dengar. Sudah lama saya dan kawan-kawan berbagi ilmu tentang power 150, dan akhirnya saya menemukan apa yang saya cari-cari tentang power 150 agar bisa enak didengar.
Berikut akan saya perjelas komponen-komponen yang akan dirubah dan diganti ukuranya.

a. Resistor 0,47Ω/5 watt (kumbung). 
Resistor di atas gampang mencarinya, yaitu resistor yang berbentuk balok dan berwarna putih. Dan bisa diganti dengan ukuran 0,22ΩJ/5watt.

b. Resistor 300Ω. 
Resistor ini terletak tepat dibawah resistor kumbung. Dan bisa diganti dengan ukuran 330Ω/1watt. Resistor yang asli terdapat dua buah, dua buah resistor tersebut bisa langsung diganti dengan satu resistor yang saya sebutkan tadi, yaitu dengan mem-paralel-kanya.

c. TIP 31/32. 
TIP biasa disebut driver. Driver ini terletak di samping kanan dan kiri rangkaian. TIP yang digunakan untuk pengganti adalah TIP 41/42.

d. Transistor D438
Transistor ini terletak di bawah TIP 32, dan berbentuk setengah tabung. Transistor ini bisa diganti dengan transistor ukuran D400 atau TIP 31.

e. Resistor 10K dan 30K
Resistor ini terdapat di tengah-tengah rangkaian. Untuk resistor 10K mudah mencarinya,karena hanya terdapat satu buah saja di dalam rangkaian. Sedangkan resistor 30K ada dua buah,yang satu di dekat resistor 10K, dan yang satu di dekat transistor A733 dengan posisi melintang dari resistor-resistor lain. Kedua resistor ini dapat diganti dengan ukuran 4K7.

f. Kapasitor 100n (milar)
Kapasitor milar hanya ada satu buah di dalam rangkaian. Milar ini bisa diganti dengan kapasitor elektrolit (elco) dengan ukuran antara 0.22μF sampai dengan 1μF. Dan untuk volt bisa diberi antara 10v sampai 50v.

g. TIP 2N3055 dan TIP MJ2955
TIP ini biasanya dipisah dengan rangkaian, karena membutuhkan pendingin (almunium). Jika tidak diberi pendingin, maka TIP ini akan cepat panas dan rawan sekali untuk rusak. TIP ini tidak harus diganti, akan tetapi jika penggunaanya berada di luar ruangan (outdoor) akan lebih baik menggunakan Sanken 2SC2922/2SA1216 atau menggunakan jenis “jengkol” 2N3055/MJ2955.

Untuk TIP , Sanken atau jengkol, sebaiknya diberi lebih dari satu pasang, bisa 2 pasang , 4 pasang, ataupun bisa lebih dari itu. Dengan catatan ukuran trafo harus besar dan pendingin harus besar pula. Akan lebih baik lagi jika setiap deret pendingin di pasang sebuah kipas di ujungnya, hal ini bertujuan agar suhu yang di serap oleh pendingin dari TIP/Sanken, bisa dinetralisir oleh kipas tersebut. Hampir saja lupa, untuk volt power tergantung selera masin-masing. Yang penting jika di beri volt besar maka TIP/Sanken yang ada di pendingin harus diperbanyak pula. untuk hasilnya terdapat pada gambar di bawah.


Sekiranya ilmu tersebut dapat bermanfaat, dan jika terdapat pertanyaan tentang power 150 blong, mohon tinggalkan komentar 

modifikasi rangkaian power agar bass lebih nendang

Ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya. 

1. Power supply 
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan paksakan men-drive speaker 15" jika suara bass dirasa kurang. 

2. Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang) 
berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor. 

3. Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan 
misal 12" lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble, sedangkain 15" cenderung ke bas-mid dan gitar bass. 

4. Untuk Power Blazer 
Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat 
bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya. Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. Power Blazer tidak perlu modifikasi, its ok. 

5. Modifikasi pada rangkaian: 
Tiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp, 
resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan 
R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan 
menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer, 
22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih. 

Kapasitor input untuk power OCL biasa, ganti C input 100nF 
dengan 22nF, kapasitor kecil ini jangan khawatir kekurangan bass. Nilai 22nF sangat cocok jika tone control menggunakan transistor seperti PCB ronica sc-006 (tone control transistor).

Untuk tone control yang menggunakan IC, C input jangan diganti dengan nilai keci tapi justru dengan nilai yang lebih besar, misal 220nF. Untuk 4 kapasitor yang ada di kaki potensio bass biasa menggunakan 33nF seperti di PCB ronica, bukan 47nF(ini kurang nendang). 

Untuk kesetabilan frekuensi (bass-mid-treble) pasang kapasitor tambahan sebesar 1nF di resistor 100k (input power) secara parallel, ini akan membatasi signal noise yang mengganggu. Dengan kapasitor ini menjamin rangkaian dan speaker bekerja dengan karakter bass . Jika power dalam keadaan on dan kita sentuh inputnya, yang terdengar harus nada bass yang powerful, bukan jeritan treble yang mematikan tweeter. 

selamat bereksperimen 

2 komentar:

  1. Thanks udah share sob , bermanfaat infonya !!


    bisnistiket.co.id

    BalasHapus
  2. kalau disertakan gambarnya akan lebih bagus bro,..
    bisa enggak C yang 100nF malah digedein menjadi 150 atau 200nF.
    Posting bagus,..

    BalasHapus